cerpen cinta, dalam perjamuan cinta

Penulis : Dr. Taufiq El-Hakim "Cinta."Ya. Cinta. Kata itu tiba-tiba terlontar dengan derasnya dari mulut si Gadis bagiakan peluru yang muntah dari selongsong senapan. Sangat cepat, meyakinkan, dan langsung menembus jantung sasaran. "Cinta?" kata ketiga lelaki itu serempak, persis seperti ucapan aamiin yang keluar dari mulut orang-orang yang sedang shalat berjamaah. "Ketahuilah, cinta sangat penting bagi kalian semua. Cinta sangat penting bagi seorang wartawan. Anda, hai Wartawan, apa anda akan membantah bahwa berita paling menghebohkan di abad keduapuluh adalah cinta Raja Inggris kepada Lady Simpson, cinta yang membuatnya harus turun dari singgasana kerajaannya? Anda, wahai Penyair, apa Anda hendak membantah bahwa cintalah yang menyebabkan terjadinya Perang Troya dan memberi inspirasi Homerus untuk membuat syair perang yang selalu dikenang sepanjang zaman? Anda, wahai Musisi, apa Anda hendak membantah kenyataan bahwa sejak ditemukannya seruling dan biola, maka keduanya tak pernah berhenti menyenandungkan lagu cinta?"kata si Gadis. "Ya.Kau benar!" Si Gadis terdiam sejenak, diam kemenangan. Sementara ketiga lelaki di depannya hanya bisa terpaku. Namun tidak lama kemudian, ketiga lelaki itu serempak bertanya, "Dan bagaimana dengan kamu?" "Aku!?" kata si Gadis gugup dan bingung. Apakah mereka sudah gila? Seorang perempuan seperti dirinya yang sudah mengerti tentang cinta masih perlu ditanya lagi tentang kepentingannya terhadap cinta? Sesaat si Gadis menenangkan diri kemudian berkata, "Cinta? Aku tidak tahu apa arti cinta? Hai Wartawan, dan kau, wahai Penyair dan Musisi, coba katakan padaku tentang arti cinta? Siapa yang bisa memberikan jawaban yang tepat untukku, dialah yang bisa menjadi kekasihku!" Si Gadis menundukkan kepalanya untuk bersiap mendengar pendapat mereka tentang arti cinta. Sementara ketiga lelaki itu berebut untuk berpendapat terlebih dulu, demi meraih anugerah terbesar; menjadi kekasih idaman hati si Gadis.

No Responses

Leave a Reply